Ingin Tinggal di Jepang dengan Tenteram? Perhatikan Hal-hal Berikut Ini!

Written by Dhani

July 2015

Hidup di Jepang menjadi impian banyak orang. Negara ini mampu menggabungkan nuansa tradisional dan modern yang menarik perhatian orang dari segala penjuru dunia. Namun, ketertarikan dan kemampuan saja tidak cukup untuk menjamin hidupmu di Jepang menyenangkan. Ada beberapa hal yang harus kamu ketahui mengenai kebiasaan di Jepang yang akan menghindarkanmu dari masalah.

 

MEMBUANG SAMPAH


(Courtesy: www.tokyotimes.org)

Jepang memiliki sistem membuang sampah yang cukup rumit dibandingkan negara-negara lainnya. Akan tetapi sebagai orang asing yang berminat untuk tinggal di Jepang sebaiknya belajar mengenai cara membuang sampah yang benar karena ada denda yang diberikan jika kita membuang sampah dengan sembarangan.

Kategori sampah di Jepang di antaranya:

  • Combustible trash (moeru gomi)

Yang digolongkan dalam kategori ini di sampah dapur, kertas, baju, aitem sanitari (missal: tisu), rokok, dan lain sebagainya. Di Tokyo sampah kategori ini harus dimasukkan ke dalam plastik polietilen semi-transparan yang diproduksi oleh pemerintah. Saat membuang pun plastik harus ditalikan untuk mencegah bau menyengat menguar.

  • Noncombustible trash (moenai gomi)

Termasuk dalam kategori ini ialah kaca, logam, keramik, plastik, karet, dan lain sebagainya. Barang-barang yang berbahaya (misalnya pisau atau benda tajam lainnya) harus dimasukkan ke dalam plastik yang transparan agar isinya mudah terlihat. Bola lampu harus dibungkus di dalam kertas dan dilabeli “berbahaya”.

  • Large garbage (sodai gomi)

Untuk membuang sampah besar seperti furniture atau alat-alat elektronik, kita perlu memberitahukan sebelumnya kepada jasa kebersihan terdekat. Untuk pembuangan sampah ini akan dikenakan biaya.

 

Selain itu, perlu juga diingat bahwa jadwal pembuangan sampah di setiap daerah berbeda-beda. Tentunya kamu tidak ingin melihat sampah yang tidak terambil truk pemungut sampah menumpuk di jalan sekitar tempat tinggalmu. Jadi perhatikan jadwalnya.

 

 

BERISIK DI MALAM HARI

(Courtesy: www.unesco.org)

Orang-orang dari Asia Tenggara gemar bersosialisasi dengan rekan-rekannya. Terkadang mereka sedikit berisik di malam hari. Namun hal itu cukup normal di negara kita. Akan tetapi di Jepang setelah jam 10 malam semua keluarga mencoba untuk tidak membuat suara keras. Menghindari menggunakan mesin cuci dan vacuum cleaner di malam hari sebaiknya dilakukan. Selain itu kita harus berhati-hati ketika menutup/membuka pintu maupun ketika naik/turun tangga.

 

 

KEBERSIHAN DAPUR ITU PENTING

(Courtesy: www.makedodesign.com)

Dapur-dapur di Jepang didesain untuk gaya memasak Jepang (sebagian besar mengukus dan memanggang). Banyak orang dari negara lain yang senang menyantap makanan yang dimasak dengan cara digoreng. Menggoreng dapat mengakibatkan dapur menjadi cepat kotor karena minyak bekas penggorengan dapat menyiprati dinding dan lantai. Jika tidak rajin membersihkan dapur, saat pindah kemungkinan besar deposit yang sudah dibayarkan di awal akan dikurangi ongkos pembersihan. Kita tidak ingin hal itu terjadi bukan?

 

 

BERBAGI FASILITAS

(Courtesy: www.pppconsultant.com)

Menjadi pelajar di Jepang berarti bahwa kita harus berhati-hati dengan pengeluaran kita. Salah satu cara untuk menghemat biaya hidup adalah tinggal di asrama. Selama tinggal di asrama, kita diharapkan untuk berbagi fasilitas dengan orang lain. Sangat penting untuk memerhatikan penggunaan fasilitas-fasilitas tersebut (seperti tidak menggunakannya terlalu lama dan menjaga kebersihannya). Hal ini juga berlaku untuk fasilitas umum yang tersedia di seluruh penjuru negara.

 

Tenang, tinggal di Jepang tidak sesusah dan semenakutkan yang dibayangkan. Mari bergabung dengan Inspired Steps. Kami akan membantumu "menyatu" dengan kebudayaan Jepang yang unik dan menarik.