Budaya Korea: Selalu Layani Dirimu Sendiri!

Written by Fatiya

July 2015

(Courtesy of foodstreet.com)

Korea Selatan yang terkenal dengan tingkat tekonologi yang tinggi dan urutan ke-27 populasi terbanyak (berdasarkan data CIA, Juli 2014) tentu sangat berbeda dengan Indonesia yang menempati urutan ke-4 populasi terbanyak di dunia dengan tingkat teknologi yang masih berkembang. Jika di Indonesia selalu tersedia banyak tenaga kerja yang siap untuk melayani customer, di Korea segalanya memakai budaya self-serving dengan menggunakan mesin-mesin canggih yang tersedia.

Vending Machine yang tersedia dimana-mana

Di Korea, vending machine selalu tersedia dimanapun: stasiun, di kampus, dan di berbagai fasilitas-fasilitas publik. Sementara di Indonesia vending machine masih dianggap sebagai sesuatu yang “wah”, disini hal itu sudah biasa karena memang sudah jadi kebutuhan: karena tidak pekerja yang selalu siap melayani, maka layanilah dirimu sendiri. Vending machine tidak hanya untuk minuman botol, tapi juga untuk buku, pembalut, snack, dan yang lainnya. Bahkan memesan makanan di kantin kampus pun banyak yang memakai mesin untuk memesannya!

Self-Serving Restaurant

Di Korea, side-dish seperti kimchi sangat terkenal, dan masih banyak jenis lainnya. Banyak terdapat restoran self-serving dimana side-dish yang kita harus ambil sendiri. Banyak juga restoran-restoran dimana kita harus “memasak” sendiri makanannya dengan bahan dan bumbu yang sudah diberikan. Memasaknya cukup simpel: hanya sedikit memanggang, merebus atau mengaduk-aduk makanan yang sedang dimasak di kompor tepat di depan kita. Makanan seperti sundubu jiggae, misalnya, bahkan kita akan diberi telur ayam mentah untuk kita pecahkan sendiri di atas jiggae yang disajikan – bahkan memecahkan telur pun harus kita lakukan sendiri!

Layani Dirimu Sendiri!

Hampir semua coffee shop dan kantin universitas di Korea memiliki aturan yang sama: bereskan sendiri sisa makananmu. Apabila kamu sudah terbiasa dengan budaya Indonesia yang selalu ingin dilayani, mulai dari disajikan makanan hingga selalu ada pekerja yang membereskan sisa alat makan kita – di Korea, semua itu tidak ada. Ketika memesan makanan, terutama di kantin kampus atau coffee shop, kita sendiri yang harus mengambil pesanan kita ketika sudah jadi. Ketika makanan sudah habis, kita tidak bisa pergi begitu saja meninggalkan sisa peralatan makan yang kotor: kita harus merapikannya dan membawanya ke tempat yang sudah disediakan, baik tempat cuci piring atau tempat daur ulang sampah untuk alat makan yang recyclable. Agak sulit pada awalnya untuk bisa terbiasa – terutama bagi yang sudah lama tinggal di Indonesia – tapi kitalah yang harus mengikuti aturan yang ada disini. Tenang saja, kamu tidak akan disuruh sampai mencuci sendiri piringnya, cukup meletakkannya di tempat yang sudah disediakan sehabis makan. Tetap ada juga restoran yang akan melayani kita dan tidak harus mengurus sendiri sisa alat makan

Tinggal di Korea dengan budaya melayani diri sendiri akan perlahan-lahan membentuk kepribadian untuk semakin mandiri. Walaupun posisi kita sebagai customer, kita tidak bisa selamanya menjadi raja; kita harus bertanggung jawab atas makanan sendiri dan kebutuhan sendiri. Tertarik untuk merasakannya langsung? Kontak Inspired Steps untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai program yang kami tawarkan untuk go abroad ke Korea Selatan!